BTQ for leader

Abdul Majid

  • Beasiswa TerkumpulRp 0
  • Target PerbulanRp 2.750.000

0%



Tentang Saya

Menjadi Marbot Serba Guna

Kak Majid. Sapaan akrab anak-anak TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) bagi Abdul Majid, mahasiswa semester 4 UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Tinggal di Jl. Pasopati Komplek Mabad, ia mendedikasikan diri sebagi marbot Musholla Nurul Huda. Sehari-hari ia bertugas menjadi imam sholat lima waktu, guru ngaji, sampai petugas kebersihan musholla.

“Bisa dibilang, saya adalah marbot serba guna,” ucap mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).

            Remaja asal Hambalang, Bogor, ini akan memulai rutinitas marbotnya selepas aktivitas perkuliahan selesai. Ba’da Ashar, kegiatan TPA dimulai dengan mengajarkan anak usia TK-SMP membaca Al-Qur’an. Sekitar pukul 17.30 WIB, ia bergegas menyapu dan mengepel lantai Musholla untuk persiapan sholat Maghrib berjamaah. Kemudian, dilanjutkan dengan rutinitas “Ngaji Maghrib”. Waktu dimana Majid khusus mengajarkan hafalan Al-Qur’an kepada santri TPA.

“Dalam waktu satu tahun, anak-anak berhasil menghafalkan 1 juz. Bahkan, sudah masuk ke surat-surat pilihan. Alhamdulillah...,” ungkap anak bungsu dari tujuh bersaudara.

Tidak hanya mengajarkan, Kak Majid berhasil membawa peserta didiknya mengikuti lomba Musabaqoh Tahfizh dan Tartil Al-Qur’an sampai tingkat kecamatan. Juara satu dan dua berhasil diraih oleh santri Majid.

Usai sholat Isya, barulah ia memiliki waktu senggang untuk mengisi perut yang keroncongan. Lilitan usus kosong karena sering telat makan, memmbuatnya harus berurusan dengan penyakit Magh dan tangan dokter.

“Kata dokter, saya kurang pandai menjaga diri. Sekarang, apapun saya makan untuk mengganjal perut lapar,” tambah putra Bapak Abas.

Selepas Isya, ibu-ibu pun datang meminta Majid untuk mengajarkan membaca Al-Qur’an. Bahkan, salah seorang bapak dengan gaya anak muda datang mendatangi mahasiswa ini dan menceritakan pengalaman kelam di masa lalu.

“Jid. Saya mau belajar ngaji. Soalnya dulu pas SMP-SMA saya kerjaannya mabuk-mabukan. Terakhir baca Al-Qur’an saja waktu kelas 5 SD,” begitu kiranya cerita suram bapak muda.

Dengan senang hati, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah ini menerima tawaran tersebut. Dengan syarat, hadir di waktu yang telah disepakati dan tidak mengganggu jadwal perkuliahannya. []

Wali Santri

Santri Terbaik

Muhammad Fachri Chumaidi
  • Pesantren Takhassus Cimanggis

Abd. Rahman A. Alhasib
  • Pesantren Takhassus Cinagara

Abdi Saputra
  • Pesantren Takhassus Cinagara


Santri Lainnya